Breaking News

Cerita Najamudin, Tukang Ojek yang Kini Jadi Kepala Desa Guntur Macan Gunung Sari.

 


Najamudin. FOTO IST/POSTKOTANTB.COM


Lombok Barat (postkotantb.com) - Tak pernah terlintas dalam pikiran Najamudin (46) untuk menjadi pemimpin di wilayahnya yakni Dusun Apit Aik, Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Definisi pemimpin baginya ialah dilahirkan, bukan dibentuk atau sengaja diciptakan. Sejak dilantik menjadi Kepala Desa Guntur Macan pada 22 Juni 2023 lalu, Pak Najam, begitu ia biasa disapa sehari-hari, selalu bekerja bersama dengan semua komponen masyarakat, baik itu untuk sektor pembangunan maupun terkait pengelolaan anggaran yang ada pada alokasi dana desa dan sumber dana lainnya yang masuk ke desa.

Dengan metode kerja sebagai kepala desa yang selalu mengedepankan unsur keterbukaan dalam melakukan setiap aktivitas di kantor maupun di masyarakat, Pak Najam pun makin dicintai warganya.


Sebelum menjadi kepala desa, Pak Najam bekerja sebagai tukang ojek di pasar Gunungsari sekaligus menjadi Kepala Dusun (Kadus) selama 11 tahun. Sebelumnya dia bekerja serabutan bahkan mencari nafkah ke Negeri Jiran Malaysia.

"Rutinitas sehari-hari saya sebagai tukang ojek di Pasar Gunungsari sambil mengabdi di masyarakat sebagai Kadus," kata Kades Guntur Macan Najamudin saat ditemui, Rabu (5/7).

Saat itu, kata Najam, pekerjaan sebagai tukang ojek yang digeluti kurang lebih 6 tahun. Bahkan kata dia, sama penumpang sering dibilang Pak Kadus ngojek.

"Penumpang panggil kita (Najamudin, Red) sudah lumrah. Tapi kalau penumpang panggil kita bilang Pak Kadus ngojek imagenya agak aneh," cerita ayah tiga anak ini.

Rutinitas Pak Najam, selama sebagai tukang ojek dan Kepala Dusun (Kadus) dia juga membuat usaha batako yang ditekuni selama kurang lebih tujuh tahun dengan menyewa tempat Rp 1,5 juta berdiameter 1,5 are.

"Sejak dari situ saya tetap jadi Kepala Dusun (Kadus) dengan masa yang berjalan. Dan kemudian ditawari oleh masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa pada Pilkades Serentak Tahun 2023. Dengan bermodal sebagai Kepala Dusun (Kadus) selama 11 tahun, dirinya terpilih sebagai Kepala Desa Guntur Macan dengan perolehan suara 680 sekian dari 2000 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di 7 dusun.

Mantan Kadus Apit Aik menceritakan bahwa Guntur Macan itu semboyan bukan sejarah. Gunturnya besar dan Macannya banyak tidak ada itu. Tetapi Guntur itu semboyan dari "Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat" kemudian Macan artinya "Melestarikan Alam Cinta Agama dan Negara".

"Justru dengan semboyan makna Guntur Macan itu saya berinisiatif ke depan bagaimana Desa Guntur Macan lebih maju dan lebih baik," ujar pria kelahiran 1977 ini.


Pak Najam akrabnya disapa mengatakan, untuk misi dan visi ada empat yakni di bidang kesehatan untuk pengadaan mobil ambulans. Kemudian di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendapatkan bea siswa bagi masyarakat berprestasi yang kurang mampu untuk pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selanjutnya di bidang Infrastruktur dan Pembangunan. Terakhir mengaktifkan kembali para kader-kader di masing-masing dusun dan termasuk untuk support lembaga desa.

"Potensi di desa kami banyak sekali untuk mendapatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) tetapi tidak berjalan. Kedepan Desa Guntur Macan dengan potensi yang ada seperti Air Terjun Teranggilis Geopark dan Air Terjun Tibu Belo insya Allah akan kita kembangkan," tutupnya. (Babe)


0 Komentar

Posting Komentar
Mulya Residence

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close